Polda NTT telah merampungkan proses identifikasi jenazah korban yang ditemukan pada Minggu pagi lalu. Jenazah tersebut diketahui sebagai Fernando Martin Carreras, seorang pelatih tim B wanita Valencia Spanyol, setelah dilakukan pencocokan data ante mortem dan post mortem yang akurat.
Proses pengenalan ini melibatkan banyak faktor, termasuk ciri fisik dan properti yang melekat pada korban. Ini menjadi langkah penting dalam memberikan kepastian hukum dan kemanusiaan bagi keluarga korban.
Tim DVI Biddokkes Polda NTT melakukan identifikasi dengan cermat, mematuhi protokol yang telah ditetapkan secara internasional. Kesesuaian antara informasi yang diberikan oleh keluarga dan hasil pemeriksaan medis menjadi kunci dalam konfirmasi identitas korban.
Proses Identifikasi Jenazah Korban Tenggelam Sangat Teliti
Identifikasi dilakukan dengan membandingkan data yang diterima dari pihak keluarga dan kedutaan terhadap informasi yang ada pada jenazah. Semua tahap dilakukan dengan sangat hati-hati, mengedepankan aspek ilmiah dan kemanusiaan.
Menurut Kabid Humas Polda NTT, tim DVI berhasil mencocokkan sejumlah data sekunder yang mengindikasikan identitas korban. Meskipun data primer seperti sidik jari tidak dapat diakses secara optimal karena kondisi jenazah, pencocokan melalui data fisik dan properti tetap memberikan hasil yang kuat.
Standar DVI Interpol menyebutkan bahwa identifikasi dapat dianggap terkonfirmasi jika dua atau lebih data sekunder yang kuat ditemukan. Oleh karena itu, meskipun tidak semua data primer dapat dipergunakan, identifikasi tetap dapat dinyatakan valid.
Operasi Pencarian Korban Dilanjutkan Hingga Tiga Hari Ke Depan
Setelah ditemukan satu jenazah, operasi SAR akan diperpanjang selama tiga hari mulai Senin hingga Rabu. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan pencarian terhadap dua korban yang masih dinyatakan hilang.
Tim SAR gabungan yang beranggotakan personil Ditpolairud Polda NTT melakukan penyisiran menggunakan kapal. Jenazah yang ditemukan berjarak sekitar dua kilometer dari titik tenggelamnya kapal wisata KM. Putri Sakina.
Ini adalah langkah penting dalam upaya menemukan dua orang warga negara asing asal Spanyol yang masih hilang pasca tenggelamnya kapal tersebut. Kerja sama berbagai pihak sangat diperlukan untuk menyukseskan misi pencarian ini.
Kapal Wisata KM. Putri Sakina Tenggelam di Perairan Pulau Padar
Kapal wisata KM. Putri Sakina yang mengangkut sebelas penumpang terdiri dari empat awak kapal dan tujuh penumpang, termasuk enam warga negara asing asal Spanyol, mengalami kecelakaan di perairan Pulau Padar. Insiden tersebut terjadi pada Jumat malam, 26 Desember lalu.
Setelah kapal tenggelam, tim gabungan segera melakukan proses evakuasi terhadap tujuh korban yang selamat. Namun, empat orang lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian.
Tim SAR menggandeng teknologi seperti sonar sistem dan drone bawah air untuk mempermudah pencarian dua korban yang masih hilang. Ini diharapkan dapat meningkatkan peluang untuk menemukan mereka dalam waktu yang lebih cepat.
